
Tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) berhasil menembus 25 besar Universitas Islam Terbaik di Dunia versi uniRank.
JAKARTA, KalderaNews.com – Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) kembali mengukuhkan posisinya di panggung pendidikan internasional.
Berdasarkan data pemeringkatan terbaru dari lembaga uniRank, sebanyak tujuh PTMA berhasil menembus daftar 25 universitas Islam terbaik di dunia.
Capaian ini mempertegas konsistensi Muhammadiyah dalam mengelola sistem pendidikan tinggi unggul, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.
BACA JUGA:
- 20 PTS Terbaik di Indonesia Versi Webometrics Juli 2026, Terbaik Bukan Binus!
- Ini Rahasia SD Muhammadiyah Kutoarjo Bangkit, Muridnya Sampai Antre dan Inden 2033
- Viral! SD Muhammadiyah Trenggalek Berani Tolak MBG, Ini 3 Alasannya
Bahkan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses menduduki posisi pertama dalam daftar kampus Islam global tersebut.
Daftar 7 PTMA Terbaik Dunia Versi uniRank
Berikut adalah daftar Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang masuk dalam jajaran 25 universitas Islam terbaik di dunia:
- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) – Peringkat 1
- Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) – Peringkat 5
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) – Peringkat 7
- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) – Peringkat 8
- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) – Peringkat 17
- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) – Peringkat 19
- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) – Peringkat 22
Kunci Sukses: Pengelolaan Nirlaba dan Penguatan Kultur Akademik
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bambang Setiaji, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen panjang pengelolaan perguruan tinggi berbasis nirlaba atau wakaf.
Sistem tersebut memastikan seluruh dana pengelolaan dikembalikan sepenuhnya untuk pengembangan institusi, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan tenaga pengajar.
“Pemupukan dana itu sangat penting untuk jangka panjang suatu universitas. Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tenaga akademisi,” ujar Bambang.
Bambang menambahkan, model pengelolaan yang kokoh ini melahirkan kultur akademik yang sehat. Melalui pendekatan nilai-nilai Islam seperti bayani, irfani, dan burhani, kampus Muhammadiyah berupaya mencetak lulusan dengan keseimbangan kecerdasan intelektual dan spiritual.
Diktilitbang PP Muhammadiyah: Peringkat Bukan Tujuan Akhir
Meski menyambut baik capaian ini, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, mengimbau seluruh pihak untuk tidak berpuas diri.
Menurutnya, pemeringkatan uniRank mayoritas menilai aspek popularitas dan kehadiran digital (web traffic).
Oleh karena itu, penguatan pada indikator riset dan reputasi akademik mendasar harus tetap menjadi prioritas utama.
“Kita bersyukur dari 165 PTMA, 21 di antaranya sudah meraih peringkat unggul. Tapi itu belum cukup dan masih banyak hal yang perlu kita tingkatkan,” kata Muttaqin.
Beberapa fokus perbaikan yang terus didorong oleh Majelis Diktilitbang meliputi:
- Peningkatan kualitas publikasi ilmiah bereputasi.
- Perluasan dampak riset bagi masyarakat.
- Program internasionalisasi dan jejaring global.
Menjawab Tantangan Lapangan Kerja Lewat AI dan Kewirausahaan
Menanggapi tantangan penyusutan lapangan kerja di sektor formal, Muttaqin berpesan agar para alumni PTMA tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
Memanfaatkan percepatan teknologi, era transformasi digital, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), PTMA terus melakukan penyesuaian kurikulum agar para mahasiswa memiliki kecakapan yang adaptif.
“Talenta para alumni itu bisa dimanfaatkan tidak harus di lapangan industri. Karena itu dibutuhkan kreativitas dan inovativitas agar dapat mencapainya,” imbau Muttaqin.
Target Strategis: Menuju Top 100 Dunia
Ke depan, Muhammadiyah telah merancang strategi integrasi antar-PTMA. Kampus-kampus yang telah mengantongi akreditasi Unggul akan didampingi untuk menembus pemeringkatan dunia bereputasi tinggi, sementara PTMA berkembang akan terus dibina mutu pendidikannya.
“Hingga kemudian kami berharap akan ada PTMA yang berhasil masuk ke peringkat seratus dunia, bahkan menduduki peringkat pertama,” tutup Muttaqin optimistis.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply