Apa itu InfiniteBe Base Station 4G LTE-ITB?

Apa itu InfiniteBe Base Station 4G LTE-ITB?
Jaringan Internet $G

BANDUNG, KalderaNews.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan InfiniteBe Base Station 4G LTE-ITB, produk dari Pusat Mikroelektronika ITB yang akan diproduksi oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) untuk digunakan perdana oleh Telkomsel.

InfiniTeBe Base Station 4G LTE adalah alat yang dapat menyalurkan sinyal Forth Generation Long-Term Evolution (4G LTE) dari smartphone kepada satelit dan sebaliknya. InfiniTeBe ini ditargetkan akan menggantikan base transceiver station (BTS) yang berukuran lebih besar dan lebih mahal.

Ukuran InfiniTeBe berdimensi tinggi 40 cm panjang 25 cm dan lebar 16 cm (seukuran tas ransel) dan dapat dibawa secara portable serta dapat diperbanyak sesuai kebutuhan dengan lebih fleksibel, dibandingkan BTS yang berukuran tiang menara.

Selain untuk penggunaan publik, InfiniTeBe dapat diterapkan pada (i) Wilayah Militer untuk penguatan ketahanan nasional, (ii) Daerah yang rentan (rawan) Bencana Alam, dan (iii) Daerah Terpencil, Terdepan, dan Terluar (3T).

InfiniTeBe dapat menghemat biaya, menyalurkan sinyal 4G LTE sebesar 22,83 persen, dari sebelumnya 51.900 Rupiah per kilobits per second (Kbps), menjadi 40.050 Rupiah per Kbps.

Selain itu, InfiniteBe juga dapat menyalurkan sinyal lebih cepat hingga 10 Mbps/km persegi ketimbang BTS berbasis tiang menara. Nah, saat peluncuran ini ada yang menarik disampaikan Nasir, yakni bahwa peneliti dan inovator yang menggunakan fasilitas negara akan tetap mendapatkan royalti, apabila penelitiannya bisa diproduksi massal dan dipasarkan.

“Saat saya awal menjadi Menteri para Peneliti dan Inovator di pendidikan tinggi tidak bisa mendapat royalti, karena dianggap mereka hanya memanfaatkan fasilitas riset negara. Saya sampaikan, kalau seperti itu, tidak akan ada peneliti dan inovator yang mau berkarya,” tegas Nasir.

Setelah mengomunikasikan dengan Menkumham, terangnya, royalti dapat diberikan kepada institusi serta para peneliti dan inovator. Dengan begitu, peneliti, perekayasa, dosen, maupun mahasiswa yang menggunakan fasilitas negara untuk dukungan risetnya tetap mendapatkan royalti. (ML)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*