Mau Kuliah ke Luar Negeri, Waspadai Kenakalan Agen Pendidikan Ini

Mahasiswa. (freepik)
Mahasiswa. (freepik)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Kuliah ke luar negeri adalah impian banyak orang karena menawarkan berbagai keuntungan dan pengalaman berharga. Peluang untuk belajar di lingkungan baru dengan sistem pendidikan yang berbeda dapat memperluas wawasan akademis dan profesional.

Mahasiswa dapat mempelajari budaya baru, mengembangkan jaringan internasional, dan meningkatkan keterampilan bahasa asing mereka. Selain itu, pengalaman hidup di negara lain dapat meningkatkan kemandirian, adaptabilitas, dan pemahaman global. Semua ini membuat kuliah di luar negeri menjadi aspirasi banyak individu yang mencari pengalaman belajar yang lebih kaya dan beragam.

Salah satu cara untuk mewujudkan impian kuliah ke luar negeri adalah melalui jalur mandiri dengan bantuan agen pendidikan. Agen pendidikan dapat membantu calon mahasiswa dengan berbagai layanan, mulai dari pendaftaran, pengurusan visa, hingga mencari akomodasi di negara tujuan.

BACA JUGA:

Mereka menawarkan kemudahan bagi mereka yang kurang familiar dengan proses administrasi atau bahasa negara tujuan. Agen ini biasanya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas tentang berbagai universitas, program studi, dan persyaratan yang dibutuhkan, sehingga dapat memberikan panduan yang lebih terarah.

Namun, penting untuk memilih agen pendidikan yang kredibel dan terpercaya, karena ada agen nakal yang dapat menyesatkan calon mahasiswa dengan janji palsu dan biaya yang tidak masuk akal.

Dengan bantuan agen yang baik, proses kuliah ke luar negeri bisa menjadi lebih terorganisir dan efisien, memungkinkan calon mahasiswa fokus pada persiapan akademis dan pribadi mereka.

Agen pendidikan nakal adalah agen yang memanfaatkan keinginan calon mahasiswa untuk kuliah di luar negeri dengan cara yang tidak etis dan merugikan. Mereka sering kali meminta biaya yang tidak masuk akal, menjanjikan layanan dan pendampingan yang tidak mereka penuhi, serta menempatkan mahasiswa di universitas berkualitas rendah yang hanya membutuhkan mahasiswa asing untuk meningkatkan peringkat mereka.

Agen-agen ini juga kerap mengklaim menawarkan beasiswa palsu atau bekerja sama dengan universitas melalui jalur belakang, meminta biaya tambahan untuk surat penerimaan atau layanan lainnya.

Mereka tidak transparan tentang biaya dan proses yang sebenarnya, serta sering menghilang setelah menerima pembayaran, meninggalkan mahasiswa tanpa dukungan yang dijanjikan. Akibatnya, mahasiswa dan keluarga mereka terjebak dalam situasi yang merugikan secara finansial dan akademis.

Berikut beberapa kenakalan agen pendidikan yang sering terjadi:

Meminta Uang Tidak Rasional

Agen pendidikan sering kali meminta biaya yang sangat tinggi untuk layanan mereka, jauh di atas biaya yang diperlukan jika calon mahasiswa mendaftar secara mandiri.

Tidak Memberikan Pendampingan yang Dijanjikan

Setelah menerima pembayaran, beberapa agen tidak memberikan pendampingan yang telah dijanjikan, seperti bantuan di negara tujuan. Calon mahasiswa sering kali hanya diantar sampai bandara dan kemudian ditinggalkan untuk mengurus semuanya sendiri.

Menggunakan Jalur Belakang

Beberapa agen bekerja sama dengan universitas melalui jalur belakang, meminta biaya tambahan untuk surat penerimaan atau layanan lainnya yang sebenarnya melanggar aturan.

Mengiming-Imingi Beasiswa Palsu

Agen pendidikan sering kali mengklaim menyediakan beasiswa, padahal sebenarnya biaya pendidikan di universitas yang dituju sudah disubsidi oleh pemerintah atau memang murah. Beasiswa yang dijanjikan tidak nyata dan hanya sebagai daya tarik.

Menempatkan di Universitas Berkualitas Rendah

Beberapa agen menempatkan calon mahasiswa di universitas yang kurang berkualitas atau di kota yang terpencil tanpa memberitahukan kondisi sebenarnya. Hal ini dilakukan agar universitas tersebut bisa mendapatkan lebih banyak mahasiswa asing dan meningkatkan grade mereka.

So, pilihlah universitas yang termasuk dalam peringkat 20 besar. Sebab, di luar itu, kualitas universitasnya biasanya biasa saja atau bahkan kurang. Namun, bagi beberapa agen nakal, hal ini menjadi peluang emas. Karena banyak yang beranggapan bahwa kuliah di luar negeri selalu mewah dan maju, banyak agen bekerja sama dengan universitas yang kurang kualitasnya.

Universitas yang kurang berkualitas tersebut membutuhkan banyak pelajar asing untuk meningkatkan peringkat mereka, dan pelajar asing dapat dengan mudah diterima tanpa persyaratan yang ketat. Semua bisa masuk asalkan ada uang. Ini menjadi hubungan saling menguntungkan antara agen dan universitas tersebut.

Memanfaatkan Kurangnya Informasi Calon Mahasiswa

Agen memanfaatkan kurangnya informasi calon mahasiswa dan keluarga mereka tentang proses pendaftaran, biaya, dan kualitas universitas. Hal ini membuat calon mahasiswa bergantung pada agen dan bersedia membayar lebih.

Tidak Transparan Mengenai Biaya dan Proses

Agen tidak transparan mengenai rincian biaya yang harus dibayarkan dan proses yang akan dijalani. Informasi yang diberikan sering kali tidak lengkap atau menyesatkan.

Menghilang Setelah Menerima Pembayaran

Ada kasus di mana agen menghilang atau sulit dihubungi setelah menerima pembayaran, meninggalkan calon mahasiswa tanpa dukungan yang diperlukan.

Menjanjikan Fasilitas yang Tidak Ada

Beberapa agen menjanjikan fasilitas yang sebenarnya tidak ada atau tidak mereka sediakan, seperti akomodasi, orientasi, atau bantuan administratif di negara tujuan.

Untuk menghindari masalah ini, calon mahasiswa dan orang tua harus melakukan penelitian menyeluruh tentang agen pendidikan, mencari referensi dari sumber terpercaya, dan memahami proses pendaftaran dan biaya yang sebenarnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*