Siswa Magang Sebaiknya Punya Basics Skill, Jangan Benar-benar Nol

Siswa Magang Sebaiknya Punya Basics Skill, Jangan Benar-benar Nol
Wakil Direktur Politeknik Manufaktur ASTRA, Tonny Pongoh (KalderaNews/Polman.astra)

DEPOK, KalderaNews.com – Wakil Direktur Politeknik Manufaktur ASTRA, Tonny Pongoh, mengatakan sekolah dan dunia usaha saling membutuhkan, sehingga kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan harus diciptakan.

Dunia industri dan sekolah kejuruan itu pada dasarnya embeded, satu kesatuan, jadi sudah saatnya harus kembali ke khittah-nya,” tegasnya di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sawangan, Depok, Jawa Barat, 11-14 Februari 2019.

Kerja sama yang paling mendasar adalah dunia usaha menerima siswa SMK untuk magang. Ia berharap siswa yang akan magang telah dibekali basic skills yang memadai, jangan benar-benar nol.

Program magang di dunia usaha dan industri, tandasnya, bertujuan mempraktikkan keterampilan dan pengetahuan ke dunia kerja yang nyata serta memberikan pengalaman untuk merasakan budaya kerja di industri.

Sejauh ini revitalisasi telah diimplementasikan di sejumlah SMK. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Ciomas, Bogor, merupakan salah satu peserta yang ikut dalam Pameran RNPK 2019. SMK ini memiliki berbagai jurusan, meliputi pengelasan, rekayasa perangkat lunak (RPL), animasi (ANM), teknik kendaraan ringan (TKR) dan broadcasting (penyiaran).

“Dari semua jurusan yang ada, animasi merupakan jurusan unggulan,” ujar Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Ciomas, Kabupaten Bogor, Kartanto.

Ditambahkan Kartanto, dalam upaya mengimplementasikan revitalisasi, SMK Negeri 1 Ciomas mengadakan kerja sama dengan pihak swasta, dengan tujuan agar guru bisa menyelaraskan antara program studi dengan kebutuhan industri yang berkembang. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam mengirimkan guru berprestasi ke luar negeri untuk meningkatkan kapasitasnya.

Sementara itu, untuk mengenalkan dunia usaha dan dunia industri kepada siswanya, Januar Ashari, Kepala Kompetensi Keahlian Animasi SMK Negeri 1 Ciomas, mengatakan bahwa tidak ada kendala dalam memberikan kesempatan pada anak didiknya melakukan praktik kerja lapangan (PKL) pada industri.

Memang, Sekolah Menengah Kejuruan perlu terus didorong untuk menyediakan tenaga kerja terampil yang siap kerja di berbagai sektor prioritas nasional seperti pertanian, industri, pariwisata, bahkan ekonomi kreatif.

Keberhasilan revitalisasi SMK diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja Indonesia serta dapat mengurangi permasalahan pengangguran usia produktif. (LF)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*