Kuota Beasiswa Repatriasi Anak-anak TKI Naik dari 100 Jadi 500 Anak

Kuota Beasiswa Repatriasi Anak-anak TKI Naik dari 100 Jadi 500 Anak
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy melakukan kunjungan ke beberapa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau Community Learning Center (CLC) di Tawau, Malaysia (KalderaNews/Dok.Kemendikbud)

JAKARTA, KalderaNews.com – Pada 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI akan membuka beasiswa repratiasi untuk 500 orang anak lulusan CLC agar melanjutkan pendidikan di Indonesia. Jumlah ini tentunya cukup signifikan dibandingkan 2018 yang hanya berjumlah 100 orang anak.

Diketahui, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau Community Learning Center (CLC) yang didirikan di ladang-ladang kelapa sawit merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan pelayanan pendidikan di Tawau, Sabah, Malaysia.

Mengingat sebagian besar TKI di Tawau bekerja sebagai petani di ladang kelapa sawit maupun ladang coklat yang tidak memiliki surat izin tinggal resmi sehingga hak untuk mendapatkan pendidikan bagi anak-anak TKI tidak terpenuhi.

BACA JUGA:
Prihatin, Anak TKI Ternyata Dilarang Belajar di Sekolah Kebangsaan Malaysia

Untuk menjamin pendidikan anak-anak inilah beasiswa repatriasi diberikan. Sementara itu, melalui program gerakan Sabah Bridge, salah satu gerakan sosial non-profit yang diinisiasi oleh para pendidik utusan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), lulusan CLC sejauh ini juga dapat difasilitasi untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia.

Bekerjasama dengan sekolah mitra setingkat SMA/SMK yang berada di indonesia, Program Sabah Bridge memberikan beasiswa baik dari yayasan maupun dari beasiswa repatriasi yaitu beasiswa untuk melanjutkan pendidikanya di Indonesia.

Lebih lanjut, saat ini sudah terdapat 218 lulusan CLC dan SIKK sejak tahun 2016 hingga 2018 yang melanjutkan pendidikannya di universitas-universitas unggulan di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan universitas-universitas ternama lainnya.

Data ini menjadi bukti bahwa mereka juga mampu bersaing meskipun mereka berasal dari CLC. Saat mereka kuliah pun, mereka dapat berbicara di ajang forum-forum internasional di luar negeri. (LF)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*