Indonesia-Germany Vocational Training Institute Perlu Dibentuk di Jakarta

Vocational Training Institute Perlu Dibentuk di Jakarta
Sarasehan ke-100 “Indonesia and Germany Facing Challenges Together” diselenggarakan KBRI Berlin di Brandenburger Tor Museum, Berlin pada 31 Januari 2019 lalu (KalderaNews/KBRI Berlin)

BERLIN, KalderaNews.com – Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno menegaskan perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Jerman yang dari waktu ke waktu semakin luas dan meningkat. Mulai dari kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme sampai ke kerja sama peminjaman harimau Sumatera. Semua itu adalah refleksi dari kedekatan hubungan antar kedua negara. Kedekatan hubungan ini juga mempertegas peran penting kedua negara di masing-masing kawasan.

“Masih banyak peluang yang perlu kita raih. Sebagai contoh, kita perlu membentuk Indonesia-Germany Vocational Training Institute di Jakarta. Selain memperkuat people to people contact, pendirian Institute ini juga akan mendorong penyiapan tenaga kerja Indonesia yang lebih terampil,” kata Dubes Havas saat diskusi terbatas memperingati penyelenggaraan Sarasehan ke-100 yang diselenggarakan KBRI Berlin di Brandenburger Tor Museum, Berlin pada 31 Januari 2019 lalu.

Sementara itu, Dirjen Asia Pasifik Kemlu Jerman, Ms. Ina Lepel menambahkan Indonesia dan Jerman memiliki konsensus yang luar biasa terhadap berbagai isu global dan Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang perlu diperhitungkan di Asia. Penunjukkan Indonesia sebagai country partner Hannover Messe 2020 adalah bentuk indikasi dari hal tersebut.

Indonesia-Germany Vocational Training Institute Perlu Dibentuk di Jakarta
Narasumber Sarasehan ke-100 “Indonesia and Germany Facing Challenges Together” diselenggarakan KBRI Berlin di Brandenburger Tor Museum, Berlin pada 31 Januari 2019 lalu (KalderaNews/KBRI Berlin)

Sarasehan dalam bentuk diskusi panel yang bertajuk “Indonesia and Germany Facing Challenges Together” itu sendiri membahas isu di bidang politik, pertahanan, kemaritiman, ekonomi, pendidikan dan sosial budaya. Hasil sarasehan ini dituangkan dalam butir rekomendasi yang disebut Guidelines for the Future”.

Dalam rekomendasi, sejumlah langkah konkret untuk peningkatan kerjasama dicatat: perluasan area kerja sehubungan dengan keanggotaan tidak tetap kedua negara di DK-PBB, peningkatan pengaturan maritim, strategi dalam mengatasi gerakan radikal dan terorisme, persiapan Indonesia sebagai country partner Hannover Messe 2020, Implementasi SDGs dan Paris Climate Agreement, peningkatan pendidikan serta kerjasama pengembangan sistem untuk penanggulangan bencana alam.

Diskusi ini bukan seminar umum, akan tetapi suatu platform dialog di antara kalangan pembuat keputusan yang dapat memberikan pengaruh langsung terhadap pengembangan hubungan bilateral Indonesia-Jerman.

Hadir selaku narasumber yakni 7 pejabat tinggi dari Jerman dan 2 dari Indonesia. Ketujuh pembicara dari Jerman adalah H.E. Ambassador Ms. Ina Lepel (Dirjen Asia Pasifik, Kemlu), Dr. Oliver Bange (Staf Ahli Bidang Politik Keamanan Internasional dan Hubungan Bilateral, Kementerian Federal Bidang Pertahanan), Martin Grönert (Ketua Bidang Investigasi, Pelacakan, dan Penanggulangan Ancaman, Kepolisian Federal), Jutta Kranz-Plote (Ketua Bidang 310 Organisasi Dasar Kerja Sama Asia Tenggara, Kementerian Federal Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan), Sabrina Netzer (Ketua Bidang Asia Selatan, dan Asia Tenggara, Pasifik Kadin Jerman), H.E. Ambassador Heidrun Tempel (Staf Ahli Bidang Politik, Keilmua Luar Negeri, Pendidikan, Penelitian dan Budaya, Kemlu Jerman/Mantan Dubes Jerman untuk Indonesia), dan Michael Hörig (Ketua Bidang Strategi dan Pengendalian, Lembaga Pertukaran Akademis Jerman/DAAD). Sementara dari Indonesia ada Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno dan Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius,MH. (ML)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*